KAUMAN BATIK ART FEST 2018 – “Kauman Sebagai Omah Kreatif Batik Kauman

September 30, 2018 Leave a comment

KBAF 2018

Tahun 2018 adalah tahun ke-9 dimana Hari Batik Nasional diperingati. Sebagai salah satu sentra industri batik, Kampoeng Batik Kauman tidak ingin melewatkan begitu saja Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Maka dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2018, Kampoeng Batik Kauman mempersembahkan :

 

KAUMAN BATIK ART FEST 2018 #KBAF2018

“Kauman Sebagai Omah Kreatif Batik Kauman”

 

1 – 31 Oktober 2018

KAUMAN GREAT SALE

Dapatkan Discount Hingga 50% di Showroom Batik Bertanda Khusus

 

Selasa, 2 Oktober 2018

WORKSHOP KREASI BATIK TULIS

80 Siswa Perwakilan dari SMP/ MTs se-Kota Pekalongan

 

Jum’at, 12 Oktober 2018

BATIK JALAN SEHAT DAN SARAPAN BERSAMA

600 Warga Kampoeng Batik Kauman

125 Peserta Rombongan Sepeda K3 Walikota Pekalongan

Dimeriahkan oleh Drumband Kaleng Khas Kauman

 

Senin, 22 Oktober 2018

OPENING REMBUG BATIK NASIONAL DAN PERESMIAN “OMAH KREATIF KAMPOENG BATIK KAUMAN”

150 Tamu Undangan terdiri dari Walikota, Ketua DPRD, Kepala OPD, Peserta Rembug Batik Nasional dari Luar Kota, Pecinta Pegiat dan Pelaku Batik dari Kota Pekalongan

Juga akan dilakukan Pengukuhan Pengurus Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman Periode 2018-2021 dan dimeriahkan dengan Fashion Show, Live Music Keroncong serta kehadiran beberapa Stand Komunitas-Komunitas Kreatif dan Budaya yang ada di Pekalongan.

Kauman Batik Art Fest oleh Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman akan dijadikan sebagai agenda tahunan sebagai salah satu usaha meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kampoeng Batik Kauman Pekalongan.

 

Advertisements
Categories: Uncategorized

Ibu Pangdam IV/Diponegoro dan Rombongan Belajar Membatik

September 18, 2018 Leave a comment
Ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana PD IV/Diponegoro

Ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana PD IV/Diponegoro dengan hasil karya belajar membatik – Dok. PKBK

KOTA PEKALONGAN – Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah IV/Diponegoro Ibu Lir Wuryanto, mengunjungi Kodim 0710 Pekalongan Jl. Sriwijaya No.1, Kec. Pekalongan Barat, Kota Pekalongan,Selasa (18/9/18).
Kunjungan Ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah lV/Diponegoro dalam rangka Silaturohmi dan Tatap muka dengan Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XX Dim 0710/ Pekalongan beserta rombongan.

 

Seusai melakukan kegiatan di Kodim 0710 Pekalongan, rombongan menuju ke Kampoeng Batik Kauman Pekalongan. Tiba di Kampoeng Batik Kauman sekitar pukul 11 siang, rombongan yang diketuai Ibu Pangdam IV/ Diponegoro ini langsung belajar membatik. Antusias ibu-ibu persatuan isteri tentara (Angkatan Darat) tampak dari ketelatenan menggoreskan lilin malam dengan canting tulis di atas selembar kain. Tidak puas hanya belajar membatik tulis, sebagian dari rombongan juga belajar membuat batik cap sekaligus mewarnai batik tulis dan cap yang mereka buat.

 

Saat ditanya bagaimana kesannya bisa belajar membatik oleh Ketua Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman HM. Husni Mubarok, Ibu Lir Wuryanto mengatakan sangat terkesan dan senang bisa belajar membuat batik di Kampoeng Batik Kauman Pekalongan. Karena waktu yang sangat singkat, Ia berharap bisa secepatnya kembali lagi mengunjungi Kampoeng Batik Kauman. (mk)

16 Guru Mitra dari Gorontalo, Kalteng dan NTT Betah di Kauman

September 11, 2018 Leave a comment
8c7ede36-8ca1-48d8-9ee4-d6dd876cf33a

Guru Mitra dari Gorontalo, Kalteng dan NTT bersama Guru Pendamping dan Pengurus Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman Pekalongan (11/9/2018) – Dok. PKBK

KOTA PEKALONGAN – Bertepatan dengan libur Tahun Baru Hijriyah (11/9) sebanyak 16 Guru Mitra berkunjung ke Kampoeng Batik Kauman. Kegiatan ini diadakan dalam rangka memberikan pengetahuan tentang budaya lokal masyarakat Kota Pekalongan terkait dengan produksi batik kepada para peserta Program Kerjasama Guru SMP Melalui Kemitraan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dalam hal ini dikoordinasi oleh Dinas Pendidikan Kota Pekalongan. Guru Mitra merupakan program pemerintah dalam pertukaran guru dari beberapa daerah.

Ketua Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman (PKBK) HM. Husni Mubarok dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kampoeng Batik Kauman cukup perhatian dengan pendidikan.

“Adanya kurikulum muatan lokal berupa produksi batik yang diajarkan di sekolah-sekolah di Kota Pekalongan menjadi salah satu usaha mengembangkan dan mempertahankan keberlangsungan industri batik sejak di sekolah. PKBK cukup aktif memberikan pelatihan produksi batik kepada siswa sekolah juga para mahasiswa”.

Sementara Bapak Hasyim yang mewakili 16 Guru Mitra memberikan apresiasi Kampoeng Batik Kauman yang mampu menjaga kelestarian batik yang sudah turun temurun hingga generasi ketiga dan keempat. Adanya sejumlah showroom dan workshop batik yang dapat langsung ditemukan sejak memasuki gang di kauman, menurutnya menjadi daya tarik yang berhasil disuguhkan oleh Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman.

Hadir pula dalam kunjungan ini Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pekalongan, H. Zainul Hakim SH. M Hum. Beliau berharap dan mengajak para Guru Mitra untuk dapat membantu mempromosikan kepada masyarakat daerah masing-masing untuk berkunjung ke Kota Pekalongan, karena Pekalongan adalah Kota Batik Dunia “Pekalongan The World’s City of Batik” juga sebagai Kota Kreatif Dunia sejajar dengan Kota Bandung.

Rombongan Guru Mitra kemudian melanjutkan keliling ke sejumlah workshop dan showroom perajin batik yang ada di Kampoeng Batik Kauman dan betah berlama-lama hingga siang hari.(mk)

 

Ada Apa Ini, Jurnalis Asing Datangi Kampoeng Batik

September 8, 2018 Leave a comment
f1e22b5a-da4a-4244-805b-4eff6943a2e6

KUNJUNGI – 12 jurnalis asing dari Eropa didampingi pengurus PKBK saat mengunjungi Kampoeng Batik Kauman sebagai bagian dari Familirization Trip yang digelar Kemenpar RI.
DOK PKBK

KOTA PEKALONGAN – Mengangkat tema tentang batik 3 negeri, 12 jurnalis asing dari sejumlah media pariwisata di Eropa, mengunjungi Kampoeng Batik Kauman sebagai bagian dari Familirization Trip yang digelar Kementrian Pariwisata RI. Para jurnalis asing tersebut juga mengunjungi sejumlah lokasi lain dan mengikuti diskusi bersama tokoh batik Kota Pekalongan.

“Sebenarnya ini merupakan program dari Kemenpar untuk mengangkat batik 3 negeri. Kota Pekalongan menjadi salah satu daerah yang dikunjungi karena mempunyai ikatan maupun sejarah dengan batik 3 negeri. Selain Kota Pekalongan mereka juga mengunjungi Lasem, Solo, Semarang dan Jogja,” tutur Pengurus Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman (PKBK), Triaz Aditya.

Didampingi sejumlah pengurus PKBK lainnya, 12 jurnalis yang berasal dari lima negara yakni Inggris, Spanyol, Prancis, Belanda dan Rusia, diajak berkeliling ke sejumlah lokasi. Dikatakan Triaz, Kauman memiliki ikatan kuat terhadap perkembangan batik yang dapat dikisahkan kepada para jurnalis tersebut.

“Kauman sebagai salah satu kampung wisata batik memiliki sejarah yang cukup kuat. Disini, kegiatan batik sudah berlangsung turutn temurun dan saat ini sudah turunan ke tiga. Kemudian hampir semua warga di Kauman memiliki hubungan kekerabatan dan hampir semuanya produsen batik. Disini juga terdapat rumah-rumah yang masih mempertahankan pola lama dimana sebagian besar di bagian belakang rumah adalah workshop batik. Mereka juga kami ajak melihat Masjid Jami Kauman,” jelasnya.

Sebelum ke Kampoeng Batik Kauman, mereka juga diajak mengunjungi batik Oey Tsoe Tjoen, Musem Batik, dan workshop batik warna alam atau indigofera milik Zahir Widadi serta kunjungan ke workshop Wirokuto Batik. “Konsep wisata dikombinasikan dengan story telling menjadi tujuan dalam interpretative tour kali ini sebagai upaya mengenalkan dan mengisahkan batik di Pekalongan,” tambah Triaz.

Trip tersebut merupakan trial pertama dari Kemenpar untuk menggali cerita dari suatu potensi daerah. Untuk itu kunjungan dipilih ke lokasi yang memiliki sejarah yang kuat untuk menambah bahan wawasan dan pengetahuan para jurnalis asing tentang kebudayaan Indonesia.(nul)

Penulis: M Ainul Atho

Categories: Kegiatan, Kunjungan

Kunjungan Belasan Jurnalis Majalah Traveller dari Eropa

September 5, 2018 Leave a comment

Belasan jurnalis majalah Traveller dari negara-negara eropa menyempatkan berkunjung ke Kampoeng Batik Kauman (Selasa, 4 September 2018). Dalam kesempatan ini kami sampaikan mengenai bagaimana batik itu diproduksi dari mulai proses awal hingga proses akhir. Selain itu juga kami sajikan banyaknya rumah kuno / bangunan heritage yang berumur lebih dari 100 tahun dan masih cukup terawat yang ada di Kampoeng Batik Kauman termasuk bangunan Masjid Agung Al Jami’ Pekalongan.

Thanks for your coming.

Categories: Galeri Foto, Kunjungan

90 Pemuda dari 15 Daerah di Jateng Dilatih Membatik

September 5, 2018 Leave a comment

40064394_2232915353608830_4725431084731334656_n

KOTA PEKALONGAN – Kampoeng Batik Kauman digandeng Disporapar Jawa Tengah, untuk memberikan pelatihan batik kepada 90 pemuda dari 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Pelatihan bertajuk Peningkatan dan Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Klaster tersebut, dilaksanakan selama tiga hari sejak Senin (27/8) hingga Rabu (29/8).

Hari pertama bertempat di Hotel Indonesia, peserta mendapatkan materi dasar tentang batik diantaranya desain batik, teknik produksi batik tulis, teknik produksi batik cap dan pewarnaan serta finishing. Hari kedua peserta melakukan praktik langsung membatik yang selanjutnya dilakukan evaluasi evaluasi dari hasil pelatihan.

Ketua Paguyuban Kampoeng Batik Kauman (PKBK), Muhammad Husni Mubarok, menjelaskan acara selama tiga hari tersebut merupakan bagian dari program pelatihan bidang kewirausahaan dari Disporapar Jateng. Dikatakan Husni, dalam pelatihan tersebut Disporapar Provinsi membekali alat bantu produksi berupa satu set peralatan untuk batik tulis, batik cap berikut canting dan kelengkapannya, dan kain berukuran 12 meter.

“Dengan pelatihan ini ke depannya para peserta dapat kembali ke daerah masing-masing membuka peluang dan menonjolkan potensi lokal untuk dijadikan desain atau motif batik,” katanya.

Husni menyatakan Kampoeng Batik Kauman, terbuka bagi masyarakat umum baik dari dalam maupun luar kota yang ingin belajar tentang batik. “Seni batik di Kota Pekalongan, harus digairahkan kembali agar ekonomi masyarakat Kota Pekalongan dapat meningkat. Dengan misi itu PKBK terbuka bagi masyarakat yang ingin belajar membatik,” tambahnya.

Penasehat PKBK Kota Pekalongan, M Rofiqur Rusdi, menyampaikan kegiatan ini merupakan tahun ketiga penyelenggaraan. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kota/kabupaten, tahun ini diikuti oleh 90 peserta dari 15 kota/kabupaten. “Peserta ditentukan dari Disporapar Jawa Tengah untuk kota/kabupaten yang berada di zona merah, yakni tingkat pengangguran yang tinggi,” ungkapnya.

Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Tjuk Kushindarto, menyatakan apresiasi terhadap kegiatan tersebut karena akan berdampak besar terhadap pelestarian budaya batik. (nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan

sc : http://radarpekalongan.co.id/43913/90-pemuda-dari-15-daerah-di-jateng-dilatih-membatik/

Categories: Kegiatan, Kunjungan

PAGUYUBAN KAMPOENG BATIK KAUMAN PILIH PENGURUS BARU

April 16, 2018 Comments off

pengurus

 

Rabu malam, 11 april 2018 Kampoeng Batik Kauman Pekalongan mempunyai hajatan besar dengan mengundang 200 undangan. Para pelaku usaha batik, pelaku usaha kuliner, pelaku seni dan budaya serta tokoh masyarakat itu berkumpul di sekitar halaman rumah H. Amrillah Ma’ruf. Kegiatan yang juga merupakan pesta demokrasi yang diberi judul Musyawarah Pemilihan Pengurus Kampoeng Batik Kauman Pekalongan Periode Tahun 2018-2021 dan Silaturahmi Warga ini juga merupakan proses regenerasi yang disambut baik dan antusias oleh semua elemen di Kampoeng Batik Kauman.

 

IMG-20180412-WA0044

 

Dalam sambutannya saat membuka acara tersebut, HM. Fauzi Hidayat sebagai ketua panitia berharap bahwa pengurus paguyuban kampoeng batik kauman yang terpilih diharapkan bisa bersinergi dengan perangkat desa yang ada mulai dari RT, RW serta kelurahan dalam mengembangkan potensi warga kampoeng batik kauman.

 

 

IMG-20180412-WA0042

 

Harapan yang tak jauh berbeda juga disampaikan oleh Ketua Paguyuban Kampoeng Batik Kauman Pekalongan Ir. M. Rofiqur Rusdi. Saat memberikan sambutan, Pak Rusdi juga menyampaikan sejumlah pencapaian pada masa kepemimpinannya, diantaranya dengan diperolehnya beberapa penghargaan yang diterima paguyuban kampoeng batik kauman mulai dari tingkat propinsi hingga nasional serta telah disahkannya pendirian badan hukum Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman Kota Pekalongan oleh Kemenkumham RI.

 

 

Pimpinan sidang

 

Memasuki acara inti, M. Sirojul Mukhlasin sebagai pembawa acara mempersilakan Drs. H. RM. Firdaus MSi untuk memimpin jalannya sidang musyawarah. Ditunjuknnya pimpinan sidang oleh panitia yang di kampoeng batik kauman lebih familiar dengan panggilan Ustadz Firdaus itu bukan tanpa alasan. Saat ini beliau menjabat sejumlah jabatan diantaranya sebagai Direktur Politeknik Batik PUSMANU, Pengawas di Koperasi Batik PPIP dan Ketua MWC Nahdlatul Ulama kecamatan pekalongan timur. Dan yang menjadi pertimbangan utama ditunjukknya beliau sebagai pimpinan sidang adalah pengalamannya yang pernah menjadi komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekalongan selama dua periode.

Pimpinan sidang menjalankan tugasnya didampingi oleh seorang pendamping yaitu Bp. H. Zainul Hakim SH. MHum, salah seorang tokoh masyarakat kampoeng batik kauman yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pekalongan. Dan sebagai pencatat jalannya sidang dipilih A. Yusril Arzaq dari kalangan muda kampoeng batik kauman.

 

Dalam sidang dibacakan lima nama kandidat atau bakal calon ketua paguyuban yang muncul dari kuisioner yang beberapa hari sebelumnya telah dibagikan panitia. Kelima kandidat tersebut adalah  HM.  Husni Mubarok, HM. Fauzi Hidayat, HM Nabil Diputra, Syarif Gunawan dan Heru Purnomo Sayidi. Setelah dimintai ketersediaan para kandidat untuk dicalonkan sebagai ketua paguyuban oleh pimpinan sidang, hanya ada dua kandidat yang bersedia dicalonkan. Kedua kandidat tersebut kemudian ditetapkan menjadi calon ketua paguyuban, yaitu HM. Husni Mubarok dan Syarif Gunawan.

Sidang kemudian dilanjutkan dengan pemilihan ketua dengan sistem suara terbanyak. Ada sebanyak 112 peserta sidang menggunakan hak suaranya dengan menghasilkan 92 suara untuk HM. Husni Mubarok, 14 suara untuk Syarif Gunawan dan 6 suara Abstain/ tidak sah. Berdasarkan hasil voting tersebut, maka ditetepkanlah HM. Husni Mubarok sebagai Ketua Paguyuban Kampoeng Batik Kauman Pekalongan periode tahun 2018-2021.

 

Selanjutnya dibentuklah tim formatur untuk memilih wakil ketua, sekretaris – wakil sekretaris, bendahara – wakil bendahara. Tim formatur terdiri dari 5 orang yang diketuai oleh HM. Husni Mubarok sebagai ketua terpilih, Ir. M. Rofiqur Rusdi sebagai ketua paguyuban, Hj. Elawati BSc mewakili pelaku usaha batik, Chamim mewakili pelaku usaha kuliner dan Bapak Muslih mewakili pelaku seni dan budaya.

Setelah kelima anggota tim formatur berdiskusi di ruang tamu rumah H. Amrillah Ma’ruf, maka ketua terpilih mengumumkan susunan pengurus paguyuban kampoeng batik kauman pekalongan periode tahun 2018-2021, yaitu :

 

Ketua                      : HM. Husni Mubarok
Wakil Ketua            : H. Teguh Ning Din

 

Sekretaris              : HM. Fauzi Hidayat
Wakil Sekretaris    : M. Solakhudin

 

Bendahara             : Syarif Gunawan
Wakil Bendahara   : Mohamad Helmy

 

“Peningkatan Potensi Desa Dan Menciptakan Komunikasi Sehat Serta Arus Informasi Yang Tepat Dan Akurat” disampaikan ketua terpilih sebagai visi misi untuk kepengurusan Paguyuban Kampoeng Batik Kauman Periode Tahun 2018-2021. Selanjutnya pengurus terpilih akan secepatnya membentuk departemen / divisi yang diperlukan untuk menunjang sejumlah program yang akan dijalankan.

 

IMG-20180412-WA0045

 

Untuk menambah kemeriahan kegiatan tersebut, panitia juga membagikan sebanyak 25 doorprize gift dan voucher dari beberapa pengusaha batik serta pengusaha warung makan dan rumah makan yang ada di kampoeng batik kauman. Sebagai penutup acara, imam Masjid Agung Al Jami’ Pekalongan KH. M. Ridho Musyawir memimpin do’a untuk kebaikan kampoeng batik kauman dan pengurus paguyuban.